Rabu, 02 Agustus 2017

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan




Hasil gambar untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kelas 8

Arti pertumbuhan dan perkembangan



(a)PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan volume  dan jumlah sel yang menyebabkan bertambah besarnya ukuran organisme  dan bersifat irreversibel. (Irreversibel artinya  tidak akan kembali keukuran  semula)
(b)PERKEMBANGAN adalah proses pertambahan jenis sel melalui proses diferensiasi sehingga menuju kedewasaan.
Keterangan tambahan ;
Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur), dan perkembangan bersifat kualitatif (tidak dapat diukur).
Pertumbuhan tidak berjalan sendiri tetapi seiring sejalan dengan perkembangan (proses menuju kedewasaan).
Hasil gambar untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kelas 8

Penyebab pertumbuhan pada tumbuhan

Penyebab dari pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan hal berikut ini:

Hasil gambar untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kelas 8
  • Pertumbuhan jumlah sel yang sekaligus merupakan hasil belahan sel secara mitosis pada titik tumbuh (meristem). Meristem terletak pada ujung-ujung pokok, batang dan juga pada akar. Terdapat 2 jenis tunas pada batang yaitu yang pertama tunas yang terletak pada ujung batang  (tunas terminal) dan yang kedua adalah tunas yang terletak di samping sepanjang batang yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan cabang, daun dan bunga (tunas lateral).
  • Pembesaran/ pemanjangan sel. Pada batang terjadinya pertumbuhan yang menyebabkan menjadi besar karena adanya jaringan kambium karena kambium mempunyai fungsi membentuk xilem dan floem yang baru.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

(a)    GEN (genetik), faktor pembawa sifat menurun  dari induk ke keturunannya.
(b)   Nutrisi (Makanan dan air)
Tumbuhan memerlukan unsur hara, air dan zat yang diperlukan untuk fotosintesis.
Manusia dan hewan memerlukan zat makanan dan garam-garam mineral.
(c)    Hormon
(d)   Lingkungan
Suhu udara
Cahaya
Kelembaban dll

Tipe perkecambahan



Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dari perkecambahan biji. 
Perkecambahan ada 2 tipe yaitu epigeal dan hipogeal.
Hasil gambar untuk perkecambahan epigeal
Pertumbuhan epigeal/perkecambahan epigeal  adalah pertumbuhan keping biji dan pucuk tunas  terangkat  ke atas permukaan tanah.contoh : kacang hijau.

Pertumbuhan hipogeal/perkecambahan hipogeal   adalah pertumbuhan pucuk tunas terangkat ke atas sedangkan kotiledon  tetap berada di dalam tanah. Contoh : jagung

Pertumbuhan pada akar dan batang

Daerah pertumbuhan,pada  ujung akar dan ujung batang  berdasarkan aktivitasnya, terdiri dari tiga daerah pertumbuhan:
(1)Daerah pembelahan sel
-terdapat pada ujung akar
-pada daerah ini terdapat perbanyakan sel  atau pembelahan sel.
-daerah pembelahan sel disebut pula daerah meristematik
(2)daerah pemanjangan sel
-terdapat di belakang daerah pembelahan sel.
-merupakan hasil pembelahan sel-sel meristem di daerah pembelahan sel.
-pada daerah ini terjadi perubahan ukuran sel menjadi memanjang.
(3)daerah diferensiasi
-terdapat  di belakang daerah pemanjangan sel
-sel-sel di daerah ini telah mengalami diferensiasi.(Diferensiasi artinya sel-sel telah berubah  bentuk sesuai fungsinya).
-Sebagian sel mengalami difernesiasi menjadi epidermis,korteks, empulur, xilem  dan floem.
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

Pertumbuhan pada tumbuhan



Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
(1)Pertumbuhan primer
Hasil gambar untuk pertumbuhan primer

-Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang disebabkan kegiatan titik tumbuh primer.
-titik tumbuh primer terdapat pada ujung akar dan ujung batang.
-pertumbuhan primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.
(2)Pertumbuhan sekunder
Hasil gambar untuk pertumbuhan sekunder
-Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang disebabkan kegiatan titik tumbuh sekunder.
-titik tumbuh sekunder  terdapat pada kambium.
-pertumbuhan sekunder menyebabkan  ukuran diameter batang menjadi semakin besar.

Metagenesis pada tumbuhan

Metagenesis adalah pergiliran keturunan antara generasi gametofit  (generatif) dan generasi sporofit (vegetatif).
Metagenesis pada tumbuhan terjadi pada tumbuhan lumut dan tumbuhan paku.
Pada tumbuhan lumut :
–          Generasi yang dominan adalah : generasi gametofit.
–          Tumbuhan lumut menghasilkan spora.
–          Spora tumbuhan lumut yang jatuh di tempat yang lembab  akan menjadi  protonema.
Pada tumbuhan paku :
–          Generasi  yang dominan adalah  : generasi sporofit
–          Tumbuhan paku menghasilkan spora.
–          Spora tumbuhan paku yang jatuh di tempat yang lembab akan menjadi protalium

Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan adalah 
-  faktor luar (faktor eksternal/lingkungan) 
-  faktor internal (faktor dalam)
1. Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan.
Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut.
  • Air dan mineral
  • Kelembaban.
  • Suhu
  • Cahaya
Keterangan tentang faktor luar
Cahaya
Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan:
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasiEtiolasi adalah pertumbuhan gtumbuhan yang cepat di tempat yang gelap. Tumbuhan yang mengalami etiolasi batangnya lebih tinggi dari normal, rapuh  dan daunnya pucat.
Nutrisi dan air
Makanan tumbuhan berupa  zat dan mineral yang terkandung di dalam tanah. Mineral yang diperlukan tumbuhan terbagi menjadi  dua golongan yaitu  makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi adalah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Mikronutrisi   adalah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Tumbuhan yang kekurangan mineral disebut defisiensi. Defisiensi mineral akan menyebabkan kelainan pada tumbuhan. Misalnya  jika tanaman kekurangan Mg , daun akaan menguning, karena Mg  merupakan salah satu penyusun utama klorofil. Berikut ini adalah golongan mineral yang dibutuhkan tumbuhan.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

Air
Bagi tumbuhan air berfungsi untuk memulai  proses perkecambahan. Air berfungsi  sebagai pelarut zat hara.  Air juga berfungsi sebagai media  reaksi metabolisme.  Air diperlukan sebagai salah satu komponen penting dari proses fotosintesis tumbuhan
Suhu
Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada suhu yang sesuai  (suhu optimum). Suhu terendah  bagi tumbuhan untuk dapat tumbuh disebut suhu minimum. Suhu tertinggi bagi tumbuhan untuk dapat tumbuh disebut suhu maksimum. Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim , dan  suhu optimal  bagi  pertumbuhan  tanaman 10 – 38    C.
Kelembaban
Kelembaban berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Udara yang lembab menghambat proses transpirasi atau penguapan. Lingkungan yang kelembabannya rendah  akan meningkatkan penguapan (transpirasi) sehingga penyerapan air dan mineral dari dalam tanah semakin meningkat.  Keadaan ini mengakibatkan laju pertumbuhan tanaman.

Hormon pada tumbuhan

Faktor dalam (faktor internal)
Faktor dalam terdiri dari gen dan hormon.
Faktor gen/genetis adalah faktor keturunan. Bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor keturunan  yaitu faktor gen yang diturunkan dari induknya.
Macam-macam hormon yang mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman  yaitu ;
(1). AUKSIN berfungi untuk :
  • Memperpanjang  titik tumbuh di ujung batang dan ujung akar.
  • Merangsang pembentukan bunga dan buah.
  • Merangsang perpanjangan sel
(2).  GIBERELIN berfungsi untuk :
  • Menyebabkan pertumbuhan raksasa pada  tumbuhan (tumbuhan menjadi lebih tinggi dari normal).
  • Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya.
  • Terjadinya buah tidak berbiji.
(3). SITOKININ  berfungsi untuk :
  • Merangsang pembelahan sel.
  • Merangsang pertumbuhan  ke arah samping  dari pucuk.
  • Mempercepat pertumbuhan akar dan pelebaran daun.
(4). ASAM TRAUMALIN : berfungsi untuk  menutup bagian/jaringan tumbuhan yang luka
(5).   ASAM ABSISAT   : berfungsi untuk  membantu dormansi,  menunda pertumbuhan.
(6). GAS ETILEN   : berfungsi untuk mempercepat pemasakan buah dan penebalan batang.
(7). KALIN   : berfungsi untuk merangsang  pembentukan organ tumbuhan.
Hormon kalin  terdiri dari
Rhizokalin: merangsang pembentukan akar
Kaulokalin: merangsang pembentukan batang
Anthokalin: merangsang pembentukan bunga
Filokalin: merangsang pembentukan daun